Hidup adalah perjalanan untuk belajar, berkembang, dan beramal

Ngabuburit di Priangan

Tidak ada komentar
Beberapa istilah yang saya hapal ketika ramadhan di masa kecil, ngabuburit, munggahan, botram, lodong, dan puasa ayakan. Di tanah Priangan jelang Ramadhan ada tradisi munggahan yaitu satu hari jelang shaum. Biasanya masak makanan enak-enak sambil botram. Botram apa tuh? Botram alias makan bersama, biasanya anggota keluarga bawa makanan sendiri-sendiri 

Ada tradisi lain yaitu Rantangan. Jelang Ramadhan antar keluarga sekampung saling kirim nasi dengan lauk pauknya. Ada yg lucu, Rantangan yg kita kirim ke sodara isinya sama dgn yg kita terima. isinya nasi, tumis, ikan, tahu dan tempe . Ala kulli hal, bukan rantangannya, tapi nilai silaturahim antar keluarga tetap terjaga 

Istiliah yang masih ngetren sampai sekarang yaitu ngabuburit. Burit artinya jelang malam atau maghrib. Jadi ngabuburit artinya menghabiskan waktu sambil menunggu adzan maghrib atau saatnya berbuka puasa. Tempat yang menjadi tujuan ngabuburit biasanya Alun-alun atau  pusat keramaian lain seperti terminal dan taman kota 

Selain acara ngabuburit ada acara yang tak kalah seru, maen lodong. Lodong, meriam bambu diisi minyak tanah kemudian dipanaskan dan disulut api. 

Ada istilah puasa ayakan kepanjangan dari nu aya dihakan (yang ada dimakan) , ini candaan untuk anak kecil sekaligus sindiran untuk orang dewasa yang tidak puasa

Saat ini cara ngabuburit bergeser ke arah permainan modern. Di Alun-Alun Bandung depan masjid Raya, anak-anak ngabuburit dengan mancing ikan-ikan kecil dalam kolam buatan, sementara di alun-alun ujung berung sepeda motor anak dan mobil-mobilan tenaga aki menjadi favorit


Tidak ada komentar :